Suatu hari, Toni dan ibunya
berbincang-bincang di dapur rumahnya sambil membuat kue yang biasa dijual oleh
ibu Toni. “ mak…..ta..tadi pak guru minta uang SPP yang belum dibayar. Kata pak
guru kalau dalam waktu 1 minggu belum dibayar, Toni harus keluar dari sekolah”
pinta Toni kepada ibunya. “iya nak, ibu akan usaha cari pinjaman ke pak Broto”
ibu Toni pun pergi ke rumah Pak Broto dengan harapan Pak Broto dapat
meminjaminya uang untuk membayar sekolah Toni. Sesampainya dirumah, Toni segera
menyambut kedatangan ibunya dengan pertanyaan “gimana mak? Pak Broto mau
minjamin uang?” “tidak nak, katanya usaha Pak Broto sedang bangkrut. Yaudah
besuk ibu akan usaha” seperti biasa, setelah pulang sekolah Toni selalu
mengamen di pinggir jalan, Toni selalu ingat perkataan ibunya “bernyanyilah
dengan indah, maka orang akan membayar karena suaramu, bukan karena kasihan”.
Pada saat Toni sedang istirahat,ia melihat dua orang preman sedang mencoba
merampok seorang wanita yang menaiki mobil yang sedang berhenti karena lampu
merah sedang menyala, ia langsung menghampiri wanita itu dan berpura-pura
mengamen di depan wanita itu,akhirnya preman tersebut merasa terganggu karena
Toni, dan lampu hijau pun menyala kemudian mobil yang dikendarai wanita
tersebut melaju kencang.
Keesokan harinya, seperti biasa pulang
dari sekolah, Toni langsung menuju jalan raya untuk mengamen. Tiba-tiba ada
sebuah mobil yang menghampirinya, ternyata, wanita yang ada dimobil tersebut
adalah ibu Dina orang yang Toni tolong kemarin, wanita tersebut memberikan
kartu namanya dan mengundang Toni untuk datang ke rumahnya nanti sore sebelum
pukul 17.00 WIB.
Setelah sampai dirumah, Toni langsung
memakai pakaian terbaiknya untuk pergi ke rumah Ibu Dina rumah ibu Dina sangat
luas yang lantainya berlapis batu marmer. Ia berfikir bahwa Ibu Dina akan
menolongnya untuk membayar biaya sekolahnya. Setelah sampai dirumah Ibu Dina,
Toni diberi sebuah kotak besar dan langsung disuruh pulang oleh Ibu Dina. Mulai
saat itu Toni berfikir bahwa Ibu Dina tidak sebaik yang ia fikirkan. Dan
setelah kotak tersebut dibuka isinya sepasang seragam merah putih dengan
jahitan tangan horizontal dibagian punggungnya. Toni tidak sanggup untuk
memberitahukan akan hal tersebut kepada ibunya, baginya ibunya jauh lebih kaya daripada Ibu Dina.
Akhirnya mereka berusaha lebih giat untuk membayar sekolah Toni, dan mereka tidak menginginkan atau berharap kepada seseorang untuk memberi mereka sesuatu yang belum tentu lebih baik daripada apa yang telah mereka usahakan.
Akhirnya mereka berusaha lebih giat untuk membayar sekolah Toni, dan mereka tidak menginginkan atau berharap kepada seseorang untuk memberi mereka sesuatu yang belum tentu lebih baik daripada apa yang telah mereka usahakan.
TAMAT......
Karya
: Puti Novia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar